1. Struktur Direktori pohon linux
2. Direktori standar pada Linux :
/var : Tempat penyimpanan log (catatan hasil output program)
/tmp : Berisi file sementara
/home : Berisi direktori untuk file dokumen/data user/pemakai
/etc : Berisi file administratif (konfigurasi dll) dan file executable atau script yang berguna untuk administrasi system
/bin : Berisi program standar Linux (binary)
3. Aturan penamaan file dan direktori pada Linux:
Nama file terdiri dari maksimal 255 karakter berupa alfanumerik dan beberapa karakter spesial yaitu garis bawah ( _ ), dash ( - ), titik( . ), koma ( , ) dan lainnya, kecuali spasi dan karakter & , ; , | , ? , ` , ” , ’ , [ , ] , ( , ) , $ , < , > , { , } , ^ , # , \ , /
Linux membedakan huruf kecil dengan huruf besar (case sensitive).
4. Pengertian istilah :
Path absolut : Sebuah Path yang di awali dari direktori root ( / ), dan nama direktori yang akan dimasuki berada di dalamnya, misalnya perintah ls yang sebenarnya berada pada direktori /bin/ls
Jadi untuk menjalankan perintah ls dengan menggunakan absolute path yakni dengan cara:
$ /bin/ls
Kita juga dapat menggunakan ls untuk menampilkan file file pada sebuah direktori dengan path absolut :
$ ls /usr/share/doc/
Path relatif : Sebuah path yang dapat dimasuki tanpa harus memulai dari direktori root ( / ) atau dengan kata lain jika kita menggunakan relative path, lokasi path tersebut tergantung dari direktori dimana kita berada saat itu.
Misalnya :
$ cd /
$ cd usr
$ cd share
Sama saja dengan perintah dengan memakai path absolut :
$ cd /usr/share
5. Perintah cd : Perintah untuk berpindah/berganti ke suatu direktori (cd = change directory).
Syntax : cd nama_direktori
Contoh :
$ cd tugas → Pindah ke direktori tugas
$ cd / → Pindah ke direktori / (root)
$ cd ~ → Pindah ke direktori /home/nama_user
$ cd /usr/bin → Pindah ke direktori /usr/lib
6. Perintah ls : Perintah untuk menampilkan isi dari suatu direktori
Syntax : ls [options] nama_file_atau_direktori
Contoh :
$ ls → Menampilkan isi dari direktori kerja (working directory)
$ ls materi → Menampilkan isi dari direktori materi
$ ls /usr/bin → Menampilkan isi dari direktori /usr/bin
$ ls -l kelas → Menampilkan isi dari direktori kelas dalam format long (lengkap)
7. Perintah cp : Perintah untuk menyalin (copy) file atau folder
Syntax : cp [options] direktori_sumber direktori_tujuan
Contoh :
$ cp data/mhs.doc data_2/ → Men-copy file mhs.doc yang ada di folder data ke folder data_2
$ cp data/tes.xls data_2/tes_2 → Men-copy file tes.xls yang ada di folder data ke folder data_2, dan diganti namanya dengan tes_2
8.Perintah mv : Perintah untuk memindahkan (move) atau mengganti nama (rename) file atau direktori
Syntax : mv [options] file_atau_direktori_sumber file_atau_direktori_tujuan
Contoh :
$ mv data/urut.sh data_2/ → Memindahkan file urut.sh yang ada di folder data ke folder data_2
$ mv data/lab.ppt data_2/labor.ppt → Memindahkan file lab.ppt yang ada di folder data ke folder data_2, dan diganti namanya dengan labor.ppt
$ mv kelompok.doc kumpul.doc → Mengubah nama file kelompok.doc menjadi kumpul.doc
9. Perintah rm : Perintah untuk menghapus (remove) file atau direktori
Syntax : rm [options] nama_file_atau_direktori
Contoh :
$ rm index.htm → Menghapus file index.htm
$ rm -r coba → Menghapus direktori coba
10. Perintah touch : Perintah untuk membuat file baru.
Syntax : touch nama_file
Contoh :
$ touch catatan.txt → Membuat file teks baru dengan nama catatan.txt
11. Perintah mkdir : Perintah untuk membuat direktori baru
Syntax : mkdir nama_direktori
Contoh :
$ mkdir dokumen → Membuat sebuah direktori baru dengan nama dokumen
12. Perintah rmdir : Perintah untuk membuang suatu direktori, jika direktori tersebut kosong.
Syntax : rmdir nama_direktori_kosong
Contoh :
$ rmdir langganan → Menghapus direktori kosong langganan.
13. Perintah file : Perintah untuk melihat tipe/jenis suatu file
Syntax : file nama_file
Contoh :
$ file gbrkerja.jpg → Melihat tipe file gbrkerja.jpg
14. Perintah cat : Perintah untuk menampilkan isi dari suatu file (tanpa meng-editnya)
Syntax : cat nama_file
Contoh :
$ cat list.txt → Menampilkan isi dari file list.txt
15. Perintah less : Perintah untuk menampilkan isi dari suatu file tanpa mengeditnya, dan ditampilkan dalam bentuk full screen.
Syntax : less nama_file
Contoh :
$ less daftar.txt → Menampilkan isi dari file daftar.txt
PRAKTIKUM
1. Perintah di terminal Linux :
$ cd → Change directory, berpindah ke direktori /home/nama_user
$ pwd → Print working directory, menampilkan informasi direktori aktif saat ini
$ ls -al → Menampilkan isi dari direktori secara lengkap (long) termasuk file yang tersembunyi (hidden).
$ cd . → Direktori . adalah direktori tempat kita berada / tidak berefek apa-apa
$ pwd → Menampilkan informasi direktori aktif saat ini
$ cd .. → Berpindah ke direktori parent / 1 tingkat di atas direktori aktif
→ Pindah ke /home
$ pwd → Menampilkan informasi direktori aktif saat ini
$ ls -al → Menampilkan isi dari direktori secara lengkap (long) termasuk file yang tersembunyi (hidden).
$ cd .. → Berpindah ke direktori parent / 1 tingkat di atas direktori aktif
→ Pindah ke /
$ pwd → Menampilkan informasi direktori aktif saat ini
$ ls -al → Menampilkan isi dari direktori secara lengkap (long) termasuk file yang tersembunyi (hidden).
$ cd /etc → Pindah ke direktori /etc
$ ls -al | more → Menampilkan isi dari direktori secara lengkap (long) termasuk file yang tersembunyi (hidden), ditampilkan halaman (page) per halaman.
$ cat passwd → Menampilkan isi dari file passwd
$ cd - → Pindah ke direktori /home
$ pwd → Menampilkan informasi direktori aktif saat ini
2. Perintah di terminal Linux :
$ ls → Menampilkan isi dari direktori
$ ls -a → Menampilkan isi dari direktori, termasuk yang hidden
$ ls -al → Menampilkan isi dari direktori, termasuk yang hidden dalam format long
Perintah kedua menampilkan jumlah file yang lebih banyak karena selain file biasa, juga ditambah dengan ditampilkannya file-file tersembunyi/hidden.
Ukuran file terbesar : .xsession-errors.old
Ukuran direktori terbesar : tidak ada, semua direktori besarnya 4096 byte
3. Perintah di terminal Linux :
$ touch {report,graph}_{jan,feb,mar}
File yang terbentuk :
graph_feb
graph_jan
graph_mar
report_feb
report_jan
report_mar
4. Perintah di terminal Linux :
$ mkdir SO → Membuat direktori SO
$ mkdir SO/graphs → Membuat direktori graphs di dalam direktori SO
$ cd SO → Masuk ke direktori SO
$ mkdir report → Membuat direktori report di dalam direktori SO
$ cd report → Masuk ke direktori report
$ mkdir ../Backups → Membuat direktori Backups di dalam direktori SO
$ ls → Menampilkan isi direktori report
5. Memindahkan semua file graph ke direktori SO/graph → $ mv graph_* SO/graphs/
6. Memindahkan 2 file report ke direktori SO/report → $ mv report_feb report_mar SO/report/
7. Menghapus 1 file report → $ rm report_jan
Minggu, 07 November 2010
Selasa, 06 Juli 2010
Installasi UBUNTU
# Langkah pertama boot ubuntu installer pada PC,kemudian pilih start or install ubunt
booting CD
# System pada CD akan menggunakan RAM pada PC sebagai media penyimpanan
system sementara. System live CD tidak akan berpengaruh pada harddisk PC. Jadi kita
dapat mencoba menggunakan Ubuntu sebelum melakukan instalasi pada system.
Booting System CD
# Setelah System Live CD berjalan, double klikicon install pada desktop untuk memulai proses instalasi.
klik icon Install.
# Proses instalasi berjalan. Pertama pilih bahasa yang ingin digunakan (default english)
memilih bahasa
# kemudian pilih zona waktu (Indonesia, Jakarta) Memilih zona waktu
# Pilih keyboard layout yang digunakan (default english)Default keyboard
# Kemudian selanjutnya adalah tahap mempartisi harddisk. Ada 2 pilihan; Guided – Use entireharddisk digunakan menggunakan seluruh harddisk, selurh data yang ada akan dihapus,
atau gunakan manual, gunakan partisi harddisk tertentu yang diinginkan
Selanjutnya cukup membuat partisi baru, yaitu / (kira 5GB), /home (secukupnya,
untuk filefile
document) dan partisi swap (256MB cukup kok)
Mempersiapkan partisi
# Apabila sistem menemukan sistem operasi Windows pada harddisk, sistem akanmenawarkan opsi untuk memindahkan settings pada windows ke sistem Ubuntu.
Abaikan saja pilihan ini.
# Ketik nama user anda (boleh asli boleh samaran), kemudian masukkan nama yang ingin
digunakan untuk login, dan isikan password. selanjutnya klik forward. Username dan password
# Tampilan selanjutnya adalah jendela informasi setting instalasi. Selanjutnya klik installuntuk memulai proses instalasi.
Summary (kesimpulan)
# Selanjutnya harddisk akan dipartisi ulang dan system Ubuntu akan di install ke
Proses instalasi berjalan
# Setelah proses instalasi selesai kita harus melakukan reboot agar sistem dapatdigunakan. klik restart now (jgn lupa untuk mengeluarkan cd installer Ubuntu)
instalasi selesai, restart system
# Sytem live CD akan mati, pada proses akhirnya, akan terlihat tulisan berwarnabiru pada bagian layar paling bawah), CDRom akan mengeluarkan CD Ubuntu, kemudian tekan enter agar PC melakukan restart
.
# Selanjutnya boot ulang dan masuki sistem Ubuntu baru pada PC. System Ubuntutelah mulai. Login ke desktop menggunakan username dan password yang
telah dibuat sebelumnya.
Minggu, 04 Juli 2010
SETTING BIOS
Untuk dapat mensetting BIOS kita memulai dengan menekan tombol keyboard untkmasuk ke BIOS. Dalam hal ini masing masing mainboard berlainan ada yangmenekan tombol del, f1, f2 dan lain-lain. Setelah masuk maka akan menjaditampilan berikut (masing-masing mainboard berlainan untuk tampilan, bahasa danperintah).
Tampilan menu awal dari tampilan BIOS : terdapat keterangan tentang harddisk dan
CD room yang aktif kemudian setting untuk floppy A dan peringatan kerusakan yang
terjadi pada mainboard.
# Tampilan menu awal BIOS
Kemudian tampilan advanced untuk masuk ke menu yang lebih tinggi pada masing-masing
optionnya :
#Tampilan advanced untuk option yang lebih tinggi
Tampilan untuk mengubah setting prioritas boot
#Advanced BIOS
Setting untuk melakukan percepatan hardware yang ada dapat di lakukan pada anvanced
chipset feature. Mengatur banyaknya memory yang terpotong untuk VGA juga terdapat disini.
#Advanced chipset feature
Setting untuk plug and play pada slot Pci adalah berikut ini :
#Advanced PCI configuration
Untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan periperal onboard menggunakan fasilitas advanced
periperal yang terdiri atas suara, lan, usb dan lain-lain.
#Integrated periperal
Kemudian untuk setting masalah power pada komputer yang digunakan dapat di lakukan
setting pada advanced power.
#Power management setup
Dan yang terakhir untuk setting password di BIOS melalui :
#Security BIOS
Tampilan menu awal dari tampilan BIOS : terdapat keterangan tentang harddisk dan
CD room yang aktif kemudian setting untuk floppy A dan peringatan kerusakan yang
terjadi pada mainboard.
# Tampilan menu awal BIOS
Kemudian tampilan advanced untuk masuk ke menu yang lebih tinggi pada masing-masing
optionnya :
#Tampilan advanced untuk option yang lebih tinggi
Tampilan untuk mengubah setting prioritas boot
#Advanced BIOS
Setting untuk melakukan percepatan hardware yang ada dapat di lakukan pada anvanced
chipset feature. Mengatur banyaknya memory yang terpotong untuk VGA juga terdapat disini.
#Advanced chipset feature
#Advanced PCI configuration
Untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan periperal onboard menggunakan fasilitas advanced
periperal yang terdiri atas suara, lan, usb dan lain-lain.
#Integrated periperal
Kemudian untuk setting masalah power pada komputer yang digunakan dapat di lakukan
setting pada advanced power.
#Power management setup
Dan yang terakhir untuk setting password di BIOS melalui :
#Security BIOS
Rabu, 16 Desember 2009
Minggu, 08 November 2009
Tutorial Mail Merge
1.Klik menubar Tools,kemudian arahkan pada pilihan Letters and Mailings dan klik pilihan Mail Merge Wizard.
kemudian klik pilihan Next:Select Recipents untuk menuju pada langkah ke-3.
4.Pada bagian Select Recipients pada task-Pane,tentukan data yang akan digunakan sebagai data tujuan.Klik pilihan Type a New List untuk membuat data tujuan yang baru,dan selanjutnya klik pilihan create...pada bagian Type a New List di Task-Pane Mail Merge.
2.Pada bagian Select Document Type tentukan jenis dokumen yang akan dibuat.Contohnya untuk membuat dokumen berbentuk surat.,klik Letters pada task pane Mail merge kemudian klik Next:Starting Document untuk menuju pada langkah ke-2.
3.Pada bagian Select Starting Document,yang berada di Task-pane mail merge klik oilihan Use the current document untuk memilih dokumen aktif atau yang terlihat di layar sebagai main dokumen.
4.Pada bagian Select Recipients pada task-Pane,tentukan data yang akan digunakan sebagai data tujuan.Klik pilihan Type a New List untuk membuat data tujuan yang baru,dan selanjutnya klik pilihan create...pada bagian Type a New List di Task-Pane Mail Merge.
Setelah create... di klik,maka akan tampil kotak dialog New Address List seperti berikut:
5.Kemudian klik Customize untuk menentukan nama filed baru sesuai dengan kebutuhan data.Kotak dialog akan terlihat sebagai berikut:
6.Klik nama filed Title,kemudian klik tombol Rename untuk merubah nama filed Title menjadi Nama.
Kotak dialog akan terlihat sebagai berikut:
7.Pada kotak dialog tersebut,ketik nama filed Nama,kemudian klik tombol OK.
8.Lakukan hal yang sama untuk mengganti nama Filed First Name menjadi tempat,dan hasilnya akan terlihat sebagai berikut:
9.Hapus Nama filed yang tidak di butuhkan dengan cara klik nama filed yang akan di hapus,kemudian klik tombol delete.Dilayar akan terlihat kotak dialog konfirmasi menghapus filed dan selanjutnya klik tombol Yes.
10.Setelah menghapus Nama Filed yang tidak dibutuhkan maka akan terlihat tampilan sebagai berikut:
11.Pada kotak dialog tersebut di atas,klik tombol OK kemudian isi data tujuan sesuai dengan keinginan pada kotak dialog berikut:
12.Klik tombol Close,kemudian tentukan drive dan folder sebagai tempat data dan tentukan pula nama file dan data tujuan tersebut,misalnya nama file data Surat,dan selanjutnya klik tombol save.
13.setelah proses penyimpanan data tujuan selesai,maka di layar akan terlihat kotak dialog Mail Merge Recipients seperti berikut:
14.Klik tombol OK,kemudian klik pilihan Next:write your letter untuk menuju pada langkahh ke-4.Ketik isi surat yang akan dikirim pada tujuan tersebut di atas.Misalnya sebagai berikut:
15.Tempatkan kursor pada posisi penempatan filed sesuai redaksi surat.Pada contoh surat tersebut di atas,tempatkan kursor di sebelah text Bapak,kemudian klik More Items...dan di layar akan terlihat kotak dialog Insert merge Field.
16.Klik filed Nama kemudian klik tombol insert untuk menyisipkan filed nama tersebut,kemudian klik tombol Close.
17. Lakukan hal yang sama untuk menyisipkan file-file yang lainsesuai dengan redaksi surat,dan hasilnya terlihat sebagai berikut:
18.Klik pilihan Next:Preview Your Letter untuk menuju pada langkah ke-5,dan hasilnya adalah:
Langganan:
Postingan (Atom)






















